Monday, January 8, 2024

Gagal Bawa Pulang Piala, Pengalaman Berharga Bagi Aulia

 

Pasukan B SMPN 1 Tarogong Kaler saat berada di Daerah Persiapan (DP) foto, pada Lomba Ketangkasan Baris-Berbaris Gebyar Pagar – 3 tingkat SMP/MTS dan SMA/SMK/MA se- Jawa Barat Open yang digelar di MAN 2 Garut pada 25/11/2023.

GARUT – Merasa kecewa pasukannya lomba tidak bawa pulang piala satu pun, Aulia (14) mengungkapkan kesedihannya saat mengikuti Lomba Ketangkasan Baris Berbaris Gebyar Pagar ke-3 yang di selenggarakan oleh Paskibra Kabupaten Garut (Pagar). Meskipun begitu, ia dan teman-temannya sudah berusaha menampilkan yang terbaik di lapangan. Salah seorang peserta dari SMPN 1 Tarogong Kaler itu menyadari bahwa proses latihan yang kurang maksimal, menyebabkan penampilan mereka kurang memuaskan di mata juri.

“Pengalaman yang gak  akan dilupain pasti nya karena lomba pertama yang gagal bawa piala sih,” ungkap Aulia (14) saat diwawancarai (25/11/2023).

Pertama kali mengikuti perlombaan membuatnya banyak belajar tentang keberanian dan rasa ikhlas. Proses yang mereka lalui juga tidak sebentar, kumpulan rutin setiap minggu,  latihan setiap pulang sekolah, bahkan tak jarang latihan juga di akhir pekan. Tak cukup disitu, penghambat proses selama latihan juga silih berganti. Mulai dari pasukan yang jarang lengkap kehadirannya, jam latihan yang tidak boleh lebih dari jam 5 sore, padahal tak jarang anak-anak paskibra sering latihan sampai malam hari.

SMPN 1 Tarogong Kaler mengirimkan dua pasukannya ke perlombaan yang digelar di MAN 2 Garut tersebut. Karena masih duduk di bangku kelas VIII, Aulia sendiri merupakan bagian dari pasukan B yang disebut-sebut sebagai junior. Sedangkan pasukan senior mereka, pasukan A berhasil membawa pulang piala sebagai Juara Harapan Utama 1.

“Pas tau gak juara teh kecewa gitu sama pasukan aku tapi da udah terlanjur juga jadi ya mau gimana lagi,” ujarnya lesu. “Beda jauh gitu pasukan aku sama senior, senior mah bisa bawa piala buat sekolah tapi pasukan aku mah belum bisa bawa piala buat sekolah, pas liat pelatih teh pingin minta maaf gitu udah ngelatih kita tapi kita nya teh belum bisa bawa apa-apa buat akang teteh yang udah ngelatih kita gitu. Meskipun kata mereka mah gapapa namanya juga pertama kali lomba.”

Saat ditanya mengenai pengalaman yang membuatnya melupakan kekalahan, Aulia terus menerus mengatakan tidak ada. Akan tetapi ada yang membuatnya sedikit senang, yaitu pengalaman mendapat teman baru dari sekolah-sekolah lain, dan bisa belajar banyak dari mereka. Ia juga turut senang karena teman-temannya berhasil membawa pulang piala.

“Campur aduk perasaannya mah kayak ga nyangka lomba gitu, liat pasukan SMP orang lain mah pada bagus-bagus gitu PBB nya tapi pasukan aku mah jelek PBB nya,” ujar Aulia. Ia meneruskan, “Terus pas udah beres tampil kayak yang ga ada harapan lagi buat juara deh.” Memang terdapat beberapa kesalahan fatal saat pasukannya tampil di lapangan, seperti saat topi salah satu dari mereka jatuh di tengah penampilan.

“Pelatih bilang katanya jadikan ini bahan evaluasi, perbaiki lagi sikap katanya,” ungkap Aulia.  Kegagalan di awal masa-masa bertanding di lapangan akan menjadi pengalaman berharga yang akan mengantarkannya ke pintu kesuksesan di masa depan. Pepatah setiap pelatih paskibra yang selalu terngiang di telinganya adalah tentang ‘sikap adalah segalanya’. Sikap yang menentukan akan menjadi apa diri kita esok hari.  Aulia paham betul prosesnya menuju masa depan masih panjang, sehingga ia masih akan terus berlatih dan berjuang bersama teman-temannya untuk membanggakan dirinya dan orang-orang di sekitarnya.

 

No comments:

Post a Comment

Artikel Pilihan

7 Rekomendasi Menu Sahur, Simpel dan Mudah dibuat!

sumber: pexels Puasa Ramadhan merupakan salah satu ibadah yang wajib dijalankan oleh umat Islam. Terdapat beberapa kegiatan ibadah yang dila...