Penyerahan piala oleh
Dr. Abdul Hadi, M. Ag selaku Dirut Ma’had Al-Jamiah pada malam puncak acara
pemilihan duta ma’had, di Gedung Mabna Aisyah, UIN Bandung, Sabtu (18/11/2023).
BANDUNG – Himpunan Mahasantri Ma’had
Al-Jamiah Universitas Islam Negeri Sunan Gunung Djati Bandung kembali menggelar
malam puncak pemilihan duta ma’had 2023/2024 dengan tema “Be An
Ekstraordinary” di Aula Mabna Aisyah, Sabtu (18/11/2023).
Pemilihan
duta ma’had Al-Jamiah 2023/2024 ini dimenangkan oleh pasangan Muhamad Farhan
Irsyadillah (19) dan Haifa Nailah Muttaqin (18). Melalui beberapa proses
seleksi dari pendaftaran yang dibuka sejak 5-6 November lalu diikuti oleh 30
kandidat yang kemudian tersaring menjadi 10 kandidat saja. Sampai tersisa 6
orang kandidat sebagai 3 pasangan untuk mengikuti karantina duta ma’had
Al-Jamiah.
Acara
ini diresmikan langsung oleh direktur utama ma’had Al-Jamiah, Dr. Abdul Hadi,
M. Ag. Dengan di isi oleh beberapa tamu undangan duta ma’had tahun sebelumnya,
dan kehadiran Kang Alam sebagai mojang jajaka Provinsi Jawa Barat sekaligus
Duta UIN Bandung 2023. “Kami mendapat arahan dari Kang Alam tentang bagaimana
cara-cara menjadi seorang duta,” ujar Farhan, pemenang duta ma’had putra saat
diwawancarai (20/11/2023).
Timeline
pendaftaran
ajang ini dibuka pada tanggal 5-6 November 2023, pengumuman tahap 1 pada
tanggal 8 November. Dilanjutkan dengan tes tulis dan wawancara pada tanggal 10
November, sampai pengumuman finalis pada 11 November. Masa karantina dari tanggal
13 sampai 15 November 2023 hingga malam puncak pemilihan kemarin.
“Kontrol
sosial adalah hal yang saya dapat ketika saya menjadi duta ma’had. Selama
menjadi duta ma’had, saya seperti menjadi role model untuk teman-teman di
lingkungan ma’had sekaligus refresentasi mahasantri ulul albab di
lingkungan kampus,” ujar Haifa Nailah, pemenang duta ma’had putri saat
diwawancarai (20/11/2023).
“Dengan
mengikuti duta ma’had saya dapat menggali potensi lain yang ada pada diri saya,
serta skill yang mungkin akan dikembangkan lebih dalam lagi.” Farhan
menambahkan, “ Untuk kontribusi, sebagai anak muda juga saya ingin menjadi agen
perubahan yang berperan aktif di lingkungan ma’had. Seperti meningkatkan self
awareness mengenai diri sendiri, rasa percaya diri, dan isu-isu pribadi
lainnya,” tambahnya.
Selain
merasa sangat bangga menjadi bagian dari keluarga besar ma’had Al-Jamiah,
Farhan menyebutkan bahwa dia luar biasa mengagumi bagaimana cara ma’had
membungkus pembelajaran menjadi lebih menyenangkan, terlebih karena dia tidak
memiliki pengalaman mondok sebelumnya. Sehingga menjadi semangat baru bagi
dirinya untuk merefresentasikan bahwa ‘ngeasrama’ tidak semenyeramkan
itu.

No comments:
Post a Comment